
Milan: Pembuat skuter terbesar di benua Eropa, Piaggio SpA meluncurkan skuter hibrida yang diberi nama MP3. Skuter tersebut merupakan skuter pertama di dunia yang mengandalkan tenaga bensin dan listrik.
Perusahaan yang bermarkas di Italia yang mengontrol sekitar 25 persen pasar skuter Eropa akan melempar skuter beroda tiga tersebut di Roma pada Selasa (14/7), waktu setempat. Rencananya, skuter tersebut akan dipasarkan ke seluruh penjuru Eropa pada Agustus mendatang. Perusahaan tersebut akan menjual MP3 di Amerika Serikat (AS) pada 2010. Skuter tersebut harganya cukup mahal yakni 12.581 dolar AS atau sekitar Rp 125 juta.
MP3 akan menjadi skuter pertama yang menggunakan baterai lithium yang berdaya tahan lebih lama ketimbang baterai generasi pertama yang diaplikasi Toyota Prius. Skuter tersebut didukung dengan mesin berkekuatan 125 cc, 11 kilo watt mesin berbahan bakar gas dengan 2,6 kilo watt sistem kelistrikan.
Baterai akan mengisi ulang sendiri saat berkendara dengan mode bahan bakar. Colokan atau soket skuter untuk pengisian ulang baterai bisa dilakukan di sistem kelistrikan di rumah. Untuk mencapai daya maksimal baterai, butuh waktu pengisian ulang selama tiga jam.
Piaggio praktis menjadi perusahaan pertama yang menjual skuter hibrida. Kendati demikian, para ahli mengatakan kalau kemajuan yang dilakukan Piaggio hanya masalah waktu. Sebab, saingan terbesar mereka yakni Honda dan Yamaha belum membuat kendaraan yang sejenis. Padahal, kedua perusahaan tersebut sudah memamerkan dua prototipe skuter hibrida maupun skuter bertenaga listrik. Dengan demikian akan tercipta persaingan yang keras di pasar AS, dimana Piaggio hanya mendapat bagian kecil melalui penjualannya dari produk yang sudah ternama yaitu Vespa.
Seorang ahli mesin hibrida di Rocky Mountain Institute, Colorado, AS, Matt Matilla menjelaskan, Piaggio memang memulai proyek tersebut lebih dulu dibanding para pesaingnya. Namun dari segi teknologi tidak ada perbedaaan berarti, sebab skuter hibrida memang masih baru.
Meski demikian, Piaggio boleh dibilang mendapat keuntungan karena pasar penjualannya adalah masyarakat perkotaan. "Sedangkan image Honda dan Yamaha lebih ke arah kecepatan dan motor dengan performa tinggi," kata Manfredi Ricca, seorang pebisnis yang memegang salah satu perusahaan merek dagang di Italia.
Septianing putri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thanks for u'r comment.
Please joined