Kabupaten Bojonegoro
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Lambang Kabupaten Bojonegoro | |
![]() Peta lokasi Kabupaten Bojonegoro Koordinat : - | |
| Motto: - | |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Ibu kota | Bojonegoro |
| Luas | 2.384,02 km² |
| Penduduk | |
| · Jumlah | 1.213.000 (2003) |
| · Kepadatan | 509 jiwa/km² |
| Pembagian administratif | |
| · Kecamatan | 27 |
| · Desa/kelurahan | - |
| Dasar hukum | - |
| Tanggal | - |
| Hari jadi | {{{hari jadi}}} |
| Bupati | - |
| Kode area telepon | 0353 |
| APBD | {{{apbd}}} |
| DAU | Rp. - |
| Suku bangsa | {{{suku bangsa}}} |
| Bahasa | {{{bahasa}}} |
| Agama | {{{agama}}} |
| Flora resmi | {{{flora}}} |
| Fauna resmi | {{{fauna}}} |
| Zona waktu | {{{zona waktu}}} |
| Bandar udara | {{{bandar udara}}} |
| Situs web resmi: www.bojonegoro.go.id | |
Kabupaten Bojonegoro, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Bojonegoro. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Tuban di utara, Kabupaten Lamongan di timur, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi di selatan, serta Kabupaten Blora (Jawa Tengah) di barat. Bagian barat Bojonegoro (perbatasan dengan Jawa Tengah) merupakan bagian dari Blok Cepu, salah satu sumber deposit minyak bumi terbesar di Indonesia.
Daftar isi |
Geografi
Bengawan Solo mengalir dari selatan, menjadi batas alam dari Provinsi Jawa Tengah, kemudian mengalir ke arah timur, di sepanjang wilayah utara Kabupaten Bojonegoro. Bagian utara merupakan Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo yang cukup subur dengan pertanian yang ekstensif. Kawasan pertanian umumnya ditanami padi pada musim penghujan, dan tembakau pada musim kemarau. Bagian selatan adalah pegunungan kapur, bagian dari rangkaian Pegunungan Kendeng. Bagian barat laut (berbatasan dengan Jawa Tengah) adalah bagian dari rangkaian Pegunungan Kapur Utara.
Kota Bojonegoro terletak di jalur Surabaya-Cepu-Semarang. Kota ini juga dilintasi jalur kereta api jalur Surabaya-Semarang-Jakarta.
Pembagian administratif
Kabupaten Bojonegoro terdiri atas 27 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Bojonegoro.
Sejarah
Masa kehidupan sejarah Indonesia Kuno ditandai oleh pengaruh kuat kebudayaan Hindu yang datang dari India sejak Abad I. Hingga abad ke-16, Bojonegoro termasuk wilayah kekuasaan Majapahit. Seiring dengan berdirinya Kesultanan Demak pada abad ke-16, Bojonegoro menjadi wilayah Kerajaan Demak. Dengan berkembangnya budaya baru yaitu Islam, pengaruh budaya Hindu terdesak dan terjadilah pergeseran nilai dan tata masyarakat dari nilai lama Hindu ke nilai baru Islam tanpa disertai gejolak. Peralihan kekuasaan yang disertai pergolakan membawa Bojonegoro masuk dalam wilayah Kerajaan Pajang (1586), dan kemudian Mataram (1587).
Pada tanggal 20 Oktober 1677, status Jipang yang sebelumnya adalah kadipaten diubah menjadi kabupaten dengan Wedana Bupati Mancanegara Wetan, Mas Tumapel yang juga merangkap sebagai Bupati I yang berkedudukan di Jipang. Tanggal ini hingga sekarang diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Bojonegoro. Tahun 1725, ketika Pakubuwono II (Kasunanan Surakarta) naik tahta, pusat pemerintahan Kabupaten Jipang dipindahkan dari Jipang ke Rajekwesi, sekitar 10 km sebelah selatan kota Bojonegoro sekarang.
Daftar Bupati Sebelum H.Sunyoto :
| Tahun | Nama |
|---|---|
| 2003-2008 | Kolonel (pur) H M. Santoso |
| 1998-2003 | Drs. H. Atlan |
| 1993-1998 | Drs. H. Imam Soepardi |
| 1988-1993 | Drs. H. Imam Soepardi |
| 1983-1988 | Drs. Soedjito |
| 1978-1983 | Drs. Soeyono |
| 1973-1978 | Kolonel Invantri Alim Sudarsono |
| 1968-1973 | Letnan Kolonel Invantri Sandang |
| 1960-1968 | R. Tamsi Tedjo Sasmito |
| 1959-1960 | R. Soejitno |
| 1955-1959 | R. Baruno Djojoadikusumo |
| 1951-1955 | Mas Kusno Suroatmodjo |
| 1950-1951 | R. Sundaru |
| 1949-1950 | R. Tumenggung Sukardi |
| 1947-1949 | Mas Surowijono |
| 1945-1947 | R. Tumenggung Sudiman Hadiatmodjo |
| 1943-1945 | R. Tumenggung Oetomo |
| 1937-1943 | R. Tumenggung Achmad Surjodiningrat |
| 1936-1937 | R. Dradjat |
| 1916-1936 | R. Adipati Aryo Kusumoadinegoro |
| 1890-1916 | R. Adipati Aryo Reksokusumo |
| 1888-1890 | R. M. Sosrokusumo |
| 1878-1888 | R. M. Tumenggung Tirtonoto II |
| 1844-1878 | R. Adipati Tirtonoto I |
| 1828-1844 | R. Adipati Djojonegoro |
| 1827-1828 | R. Tumenggung Sosrodilogo |
| 1825-1827 | R. Adipati Djojonegoro |
| 1823-1825 | R. Tumenggung Purwonegoro |
| 1821-1823 | R. Tumenggung Sosrodiningrat |
| 1816-1821 | R. Tumenggung Sumonegoro |
| 1811-1816 | R. Prawirosentiko |
| 1800-1811 | R. Ronggo Djenggot |
| 1760-1800 | R. M. Guntur Wirotedjo |
| 1756-1760 | R. Purwodidjojo |
| 1755-1756 | R. Ronggo Prawirodirjo I |
| 1743-1755 | R. Tumenggung Hario Matahun III |
| 1741-1743 | R. Tumenggung Hario Matahun II |
| 1718-1741 | Ki Songko (R. Tumenggung Hario Matahun I) |
| 1705-1718 | Ki Wirosentiko (R. Tumenggung Surowidjojo) |
| 1677-1705 | Pangeran Mas Toemapel |
Budaya
Budaya Wong Samin di Bojonegoro
Dusun Jepang, salah satu dusun dari 9 dusun di Desa Margomulyo yang berada di kawasan hutan memiliki luas 74, 733 hektar. Jarak sekita 4,5 kilometer dari ibukota Kecamatan Margomulyo, 69 kilometer arah barat-selatan atau kurang lebih denga jarak tempuh antara 2-2,5 jam perjalanan dengan kendaraan dari ibu kota Bojonegoro dan 259 kilometer dari ibukota Propinsi Jawa Timur(Surabaya).
Masyarakat Samin yang tinggal di dusun tersebut, adalah figur tokoh atau oran-orang tua yang gigih berjuang menentang Kolonial Belanda dengan gerakan yang dikenal dengan Gerakan Saminisme, yang dipimpin oleh Ki Samin Surosentiko. Dalam Komunitas Samin tidak ada istilah untuk membantu Pemerinrtah Belanda seperti menolak membayar pajak, tidak mau kerja sama, tidak mau menjual apalagi memberi hasil bumi kepada Pemerintah Belanda. Prinsip dalam memerangi kolonial Belanda melalui penanaman ajaran Saminisme yang artinya sami-sami amin (bersama-sama) yang dicerminkan dan dilandasi oleh kekuatan, kejujuran, kebersamaan dan kesederhanaan.
Sikap perjuangann mereka dapat dilihat dari profil orang samin yakni gaya hidup yang tidak bergelimpangan harta, tidak menjadi antek Belanda, bekerja keras, berdoa, berpuasa dan berderma kepada sesama. Ungkapan-ungkapan yang sering diajarkan antara lain : sikap lahir yang berjalan bersama batin diungkapkan yang berbunyi sabar,nrimo,rilo dan trokal (kerja keras), tidak mau merugikan orang lain diungkapkan dalam sikap sepi ing pamrih rame ing gawe dan selalu hati-hati dalam berbicara diungkapkan ‘Ojo waton ngomong, ning ngomong kang maton’. Lokasi masyarakat Samin (dusun Jepang) memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi obyek Wisata Minat Khusus atau Wisata Budaya Masyarakat Samin melalui pengembangan paket Wisata Homestay bersama masyarakat Samin. Hal yang menarik dalam paket ini ialah para wisatawan dapat menikmati suasana dan gaya hidup kekhasan masyarakat Samin. Untuk rintisan tersebut, kebijakan yang telah dilakukan adalah melalui penataan kampung dan penyediaan fasilitas sosial dasar.
Tari Tayub
Tayub merupakan tari pergaulan yang populer bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya. Tarian ini biasanya dilakukan oleh pria dengan diiringi gamelan dan tembang Jawa yang dilantunkan oleh waranggono yang syairnya sarat dengan petuah dan ajaran.
Pertunjukan tari ini banyak dipergunakan untuk meramaikan kegiatan hajatan yang banyak dilaksanakan oleh warga Bojonegoro ataupun kegiatan kebudayaan yang lain. Biasanya dalam mengadakan kegiatannya, tarian tayub ini sudah terkoordinir dalam suatu kelompok tertentu dengan nama khas masing-masing.
Biasanya kelompok-kelompok tari tayub ini banyak terdapat di Kecamatan Temayang dan Bubulan yang terletak sekitar 30 Km dari Kecamatan Kota Bojonegoro.
Wayang Thengul
Wayang Thengul adalah kesenian wayang khas Bojonegoro dalam bentuk 3 dimensi dengan diiringi gamelan pelog/slendro.
Walaupun wayang thengul ini jarang dipertunjukkan lagi, tetapi keberadaannya tetap dilestarikan di Kabupaten Bojonegoro, khususnya di Kecamatan Kanor yang berjarak ± 40 Km dari Kota Bojonegoro. Sedangkan jalan cerita dari wayang thengul ini lebih banyak mengambil cerita menak.
[sunting] Produk Unggulan
[sunting] Kerajinan Mebel Kayu Jati
Produk unggulan ini telah lama dikenal dan berkualitas ekspor, karena Bojonegoro merupakan penghasil kayu jati berkualitas. Corak dan desain telah disesuaikan dengan situasi jaman, baik lemari, buffet, meja, kursi atau tempat tidur.
Kerajinan Bubut – Cukit
Bentuk souvenir kayu jati khas Bojonegoro yang tetap menonjolkan guratan kayu jati. Penggarapannya dilakukan secara teliti dan detail, tapi tetap mempertimbangkan aspek estetika. Khususnya berupa miniatur mobil, sepeda motor, becak, kereta api, jam dinding atau guci, penghias interior.
Kerajinan Limbah Kayu
Kerajinan limbah kayu jati yang dibentuk menjadi karya seni dalam berbagai model sudah merambah pasar ekspor ke berbagai negara.
Kerajinan Batu Onix
Bojonegoro memiliki tambang batu onix yang melimpah sehingga berbagai produk kerajinan onix dapat dihasilkan dengan kualitas sangat memuaskan. Pusat kerajinan batu onix terdapat di Kecamatan Bubulan.
Ledre
Ledre adalah makanan khas Bojonegoro. Berbentuk gapit (seperti emping gulung) dengan aroma khas pisang raja yang manis. Sangat tepat untuk teman minum teh atau dan sajian tamu atau untuk oleh-oleh.
Salak Wedi
Salak Wedi rasanya manis, masir, renyah, segar dan besar. Dapat dijumpai di setiap pekarangan rumah penduduk di desa Wedi dan sekitarnya. Perbedaan Salak Wedi dengan salak lain, seperti Salak Pondoh, adalah kandungan air yang lebih banyak sehingga membuat Salak Wedi terasa lebih segar.
Keberadaan Salak Wedi sudah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun silam, yang secara turun-temurun telah menjadi sumber pendapatan bagi warga Desa Wedi. Konon asal muasal bibit salak ini pertama kali dibawa oleh seorang Ulama’ yang mengajarkan agama Islam di desa Wedi. Dari bibit tersebut terus berkembang hingga tidak hanya desa Wedi tetapi meliputi juga beberapa desa sekitar Wedi, yaitu Kalianyar dan Tanjungharjo.
Blimbing Ngringinrejo
Blimbing dengan berat 2 – 3 ons per buah dapat dijumpai di kebun buah desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro. Rasanya manis, segar dan harum, sangat tepat untuk hidangan penutup, rujak dan lain-lain.
Agro Wisata Tembakau
Bojonegoro sebagai penghasil tembakau virginia terbesar di Indonesia dan telah lama dikenal sebagai tembakau terbaik di dunia. Hijaunya tanaman tembakau hampir di seluruh wilayah Bojonegoro dapat dilihat antara bulan Mei – Oktober.
| Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur | |
|---|---|
| Kecamatan: Balen | Baureno | Bojonegoro | Bubulan | Dander | Gondang | Kalitidu | Kanor | Kapas | Kasiman | Kedewan | Kedungadem | Kepohbaru | Malo | Margomulyo | Ngambon | Ngasem | Ngraho | Padangan | Purwosari | Sekar | Sugihwaras | Sukosewu | Sumberejo | Tambakrejo | Temayang | Trucuk | |
TENGKORAK RAKSASA
Keajaiban Allah: Tengkorak Raksasa Assalamualaikum…

Subhanallah, Tengkorak Raksasa
“Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan”. (QS. Al A’raf 7:69)
Assalamualaikum Wr.Wb
Subhanallah. Dari milis tetangga. Semoga dapat menambah keimanan kita. Amin. Baru-baru ini dalam kegiatan eksporasi gas digurun pasir di Arab tenggara, ditemukan sebuah tengkorak dengan ukuran yang sangat luar biasa. Wilayah gurun pasir ini disebut juga sebagai wilayah kosong atau dalam bahasa Arab â??Rab-Ul-Khaleeâ (maaf tidak dapat tercetak di huruf latin). Penemuan ini ditemukan oleh tim eksplorasi ARAMCO.
Seperti tertulis dalam Al-Quran bahwa Allah (SWT) pernah menciptakan manusia dengan ukuran yang luar biasa. Mereka adalah kaum Aad dimana Nabi Hud (AS) diutus. Mereka sangat tinggi, besar dan kuat sebagaimana mereka mampu menumbangkan batang pohon hanya dengan menggunakan tangan. Kaum Aad kemudian membangkang perintah Allah (SWT) dan nabi dan mereka melanggar batas-batas yang telah digariskan Allah (SWT). Mereka kemudian dimusnahkan.
Orang-orang Saudia Arabia percaya bahwa tengkorak tersebut berasal dari kaum Aad.
Pihak kemiliteran Saudi Arabia menutup seluruh wilayah tsb dan tidak mengizinkan seorangpun memasukinya kecuali pihak ARAMCO. Berita ini disimpan secara rahasia tetapi sebuah helicopter militer mengambil beberapa gambar dari udara dan kemudian salah satu gambar tsb bocor ke internet di Saudi Arabia.
Perhatikan gambar tsb dan bandingkan ukuran dua lelaki yang sedang berdiri dengan ukuran tengkorak tsb.
Wassalam.
Wallahu’alam bishawab.
PERSIBO
Persibo adalah singkatan dari Persatuan Sepak bola Bojonegoro. Persibo adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia. Klub ini bermarkas di Stadion Letjen Haji Sudirman, Bojonegoro.
Persibo mempunyai julukan Laskar Angling Dharma, sedangkan pendukungnya dikenal dengan istilah Boromania.
GENUS SEBUAH KADAL

Agama adalah sebuah genus kadal pemakan serangga. Genus agama terdiri dari sedikitnya 31 spesies yang tersebar di seluruh Afrika. Salah satu spesiesnya adalah agama batu kepala merah (Agama agama), yang habitatnya tersebar di seluruh wilayah sub-Sahara. Warnanya coklat tua di waktu malam, tetapi setelah subuh, warna dari jantan akan berubah, badannya akan menjadi biru muda, kepala dan ekor oranye muda. Warna ini dapat berubah tergantung mood dari si jantan. Contohnya jika agama jantan berkelahi, kepalanya akan berubah coklat dan bintik putih muncul di badan.
Science and Social Olympiad
Ar-Rahmat-Science and Social Olympiad (SSO) adalah event tahunan yang dilaksanakan oleh SMUDU BPPT Jombang. Sudah 2 tahun ini Ar-rahmat mengikuti agenda ini. Tahun ini even ini digelar Se Jawa Timur, Jawa tengah dan DI Yogyakarta. Untuk Rayon Bojonegoro babak penyisihan dilaksanakan pada Hari Ahad, 2 September 2007 di Aula SMP Plus Ar-Rahmat.
Kali ini Ar-Rahmat mendelegasikan 3 Tim Science dan 3 Tim Social. Mereka yang di delegasikan adalah:
Science :
Tim 1 : Abdul Fatih (9A), Assayid M.H.A (9B) dan Hafidz Indra B (9A)
Tim 2 : Adib Ghani SNC (8B), A. Arif Vatanen, (8B) dan Ryan Kharisma (8B)
Tim 3 : Anugrah Ugga P (8B), Luqman Hakim (8B) dan Humam Ari W (8B)
Social :
Tim 1 : Abdullah Al Hazmy (9B), Ajib Dwi S (9B) dan Hamdan Mukafi (9A)
Tim 2 : Juli Wahyu P (8A) Robithul Umam (8A) dan M. Nuh Yahya (8B)
Tim 3 : Indra Nur Maulana (9B) Apriliawan H (8B) Dani Saifuddin (8B).
By : Septianing Putri besrta wawan susanto


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thanks for u'r comment.
Please joined